Australian Open 2017 menjadi ajang unjuk kebolehan dua pemain veteran. Roger Federer  dan Serena Wiliiams sukses menjadi juara di nomor tunggal putra dan tunggal putri. Setujukah kalau ada yang bilang 35 is the new 25?

Selain merebut trofi, dua pemain ini mencatatkan rekor atas nama masing-masing. Keberhasilan di Melbourne Park menjadi Grand Slam ke 18 yang dijuarai petenis asal Swiss ini. Federer mencetak sejarah dengan menjadi petenis putra pertama yang mengoleksi minimal lima gelar tunggal pada tiga turnamen grand slam berbeda. Petenis berusia 35 tahun itu sudah lima kali juara Australia Terbuka dan AS Terbuka serta tujuh kali juara Wimbledon. Federer juga mencatatkan diri sebagai petenis tertua yang berhasil merebut Grand Slam dalam 45 tahun terakhir. Dia hanya kalah dari Ken Rosewall, yang menjuarai Australia Terbuka 1972 di usia 37 tahun.

“Saya selalu datang ke sini selama hampir 20 tahun dan selalu menikmatinya. Begitu pula dengan keluarga saya sekarang. Terima kasih atas segalanya. Semoga saya bisa datang lagi tahun depan. Jika tidak, ini merupakan momen yang indah dan saya sangat senang bisa jadi juara pada hari ini,” kata Federer seperti dikutip dari BBC.

Pencapaian Federer terbilang mengejutkan mengingat Australia Terbuka 2017 merupakan turnamen pertamanya sejak Wimbledon 2016. Dia absen selama enam bulan pada paruh kedua 2016 untuk memulihkan cedera lutut. Sukses di Melbourne Park mengakhiri penantian Federer yang terakhir kali menembus final grand slam saat menjuarai Wimbledon 2012. Menjadi istimewa karena ia mengalahkan Nadal yang merupakan seteru utama di periode kejayaannya. Nadal, yang kini berusia 30 tahun juga banyak diganggu cidera sepanjang 2016 lalu.

“Saya bekerja sangat keras agar bisa sampai ke sini. Hanya, mungkin Roger lebih layak menang pada hari ini. Saya akan terus berjuang. Saat ini saya merasa sudah kembali ke level terbaik,” ujar Nadal, yang terakhir kali menjadi juara grand slam pada 2014 di Prancis Terbuka. Tidak mudah bagi Federer untuk menundukkan Nadal. Ia membutuhkan waktu total selama 3 jam 37 menit.

“Tenis itu olahraga yang kejam karena tak mengenal hasil imbang. Jika ada, saya harap bisa berbagi gelar dengan Rafa karena kami telah bekerja sangat keras,” tutur Federer.

Sementara di sektor putri, Serena menjadi yang terbaik setelah mengalahkan kakak kandungnya Venus Wiliiams dua set langsung 6-4, 6-4 di Rod Laver Arena. Trofi Australian Open 2017 ini menjadi grand slam ke 23 Serena. Ia pun sah menyandang status sebagai petenis putri dengan gelar grand slam terbanyak, melewati Steffi Graff yang mengoleksi 22 gelar. Serena juga menjadi petenis tertua yang memenangi gelar major pada open era. Saat merengkuh titel Australia Terbuka 2017, Serena berusia 35 tahun dan 125 hari.

Dengan meraih gelar ketujuh di Melbourne Park, petenis AS itu juga merebut kembali status petenis nomor satu dunia yang sempat lepas ke tangan petenis Jerman, Angelique Kerber. “Mustahil saya bisa meraih 23 titel grand slam dan menjadi petenis nomor satu dunia tanpa Venus. Dia adalah inspirasi saya. Dia adalah satu-satunya alasan saya bisa berdiri di sini dan Williams bersaudara tetap eksis,” ujar Serena Williams seperti disitat BBC.

Keberhasilan Venus Williams menembus final Australian Open 2017 patut diacungi jempol. Venus yang kini berusia 36 tahun, sebelumnya terakhir kali masuk final Grand Slam di Wimbledon tahun 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *