Jumat pagi selepas mengantar istri saya langsung meluncur ke lokasi favorit di bilangan Proklamasi, Jakarta Pusat. Seperti biasa, karena datang terlalu pagi saya tidak langsung masuk melainkan duduk-duduk dulu di area terbuka Wisma Prokalamasi 41. Ada yang berbeda hari ini. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 lebih tetapi pintu perpustakaan itu tak kunjung dibuka. Pegawai yang biasanya beberes juga tak kelihatan. Akhirnya saya mencoba cari tau dengan bertanya kepada salah satu petugas keamanan. Alangkah terkejutnya saya ketika disampaikan bahwa Perpustakaan Freedom Institute sudah tutup. Ya, tutup alias tidak buka lagi.


Peristiwa itu terjadi sekitar bulan November 2015. Saat itu saya sedang menjalani kuliah semester 3 di Program Pascasarjana Kajian Pengembangan Perkotaan UI. Sejak mulai kuliah lagi, perpustakaan Freedom Institute menjadi tempat favorit saya untuk mengerjakan tugas atau sekadar mengisi waktu senggang di antara perkuliahan. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari Kampus UI Salemba. Perkenalan dengan perpustakaan Freedom Institute sendiri sudah sejak tahun 2007 saat masih berlokasi di Jalan Timor (kalau tidak salah). Perpustakaan di Wisma Proklamasi 41 itu jauh lebih besar dan nyaman dibanding sebelumnya.

Tutupnya perpustakaan Freedom Institute sejak 2 Oktober 2015 menjadi pukulan telak bagi saya, dan pasti juga dirasakan pengunjung setia di sana. Mengapa? Secara subyektif saya bisa bilang tak ada perpustakaan yang lebih nyaman dari Freedom Institute di Jakarta. Koleksi bukunya banyak dan bagus, ada langganan media cetak dan berbagai jurnal. Fasilitasnya juara : meja dengan kubikel, meja panjang, ruangan khusus diskusi, sofa khusus baca yang super nyaman, sampai akses Wi Fi gratis. Suasana area di sekitar gedungnya juga luar biasa dengan pepohonan rimbun yang menghadirkan kesejukan di tengah hari bolong sekalipun. Di area outdoor itu juga disediakan meja dan kursi.

Konon, pengelola tidak sanggup lagi menutup biaya operasional hingga harus merelakan Wisma Proklamasi 41 berpindah tangan. Jika Anda melewati Jalan Proklamasi, tepat di seberang gerbang Monumen Proklamasi tengoklah ke sebelah kanan. Bekas perpustakaan tersebut sekarang beralih fungsi menjadi markas tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Berharap  perpustakaan Freedom Institute buka lagi di Wisma Proklamasi sepertinya mustahil. Saya cuma mau pesan sama Mas Agus, andaikan beliau terpilih jadi gubernur untuk bisa menyediakan perpustakaan dengan standar seperti Freedom Institute.

Penampakan saat ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *